Perjalanan Hidup Menuju Ridha Allah swt. Menyesuaikan diri dengan sunnah Rasulullah saw.

Kamis, Juni 11, 2009

Diposting oleh Andika Hasan Ghozali

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS.Al-Baqarah: 274)

pernahkah sahabat tahu sebab turunnya ayat ini?

Mungkin banyak di antara kita belum tahu asbabun nuzul dari ayat ini dan tidak menutup kemungkinan banyak juga yang sudah tahu.

Sebelumnya saya ingin menyampaikan suatu hal. Tentu kita semua tahu bahwa orang-orang yang tercantum namanya di dalam Al-Quran adalah orang-orang yang luar biasa. Baik luar biasa dalam kebaikan (cth: Luqman), dan juga luar biasa dalam kejelekannya (spt: Abu Lahab)

Namun, di beberapa ayat (termasuk ayat di atas), tidak tercantum siapa “pelakunya”. Kenapa seperti itu? mohon jangan tanyakan hal itu kepada saya. karena SUDAH DAPAT DIPASTIKAN saya tidak dapat menyawab. Atau akan saya jawab, ” Al-Quran yang membuat adalah Allah, jadi ya sekehendak Allah.” betul tidak……he he he

tapi yang ingin saya tekankan adalah sungguh luar biasa perilaku kehidupan para shahabat dulu. Hingga amalan mereka menjadi sebab turunnya salah satu ayat dalam Al-Quran. Sedangkan kita tentu semaksimalnya harus mengamalkannya.

Kembali kepada Al-Baqarah 274 di atas.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan orang-orang yang menginfaqkan kudanya (untuk perang fi sabilillah)
(HR. Thabrani dan Ibnu Abi Hatim dari Yazid bin abdullah)

Dalam riwayat lain juga dikemukakan mengenai ayat ini. Adalah ALI BIN ABI THALIB ra yang memiliki empat dirham yang ia infaqkan:
1 dirham untuk siang
1 dirham untuk malam
1 dirham terang-terangan
1 dirham sembunyi-sembunyi
(HR.Abdurrazaq, Ibnu jarir, Ibnu Hatim, dan Thabrani dengan sanad yang dhaif, yang bersumber dari Ibnu abbas)

hingga ia dipuji Allah dengan ayat ini.

0 komentar:

Posting Komentar